Kisah Pengorbanan Khadijah: Kenangan di Hati Rasulullah SAW

Kisah Keabadian Pengorbanan Khadijah: Jasa yang Mengukir Kenangan di Hati Rasulullah SAW

 

Khadijah, sosok istri pertama Rasulullah SAW, menjadi lambang kesetiaan, kekuatan, dan ketabahan dalam sejarah Islam. Beliau tak hanya pertama kali beriman pada kenabian Muhammad SAW di antara wanita, tetapi juga menyokong dakwah Islam dengan kegigihan dan pengorbanan yang luar biasa.

Ketabahan Khadijah dalam menghadapi kesusahan hidup tak terbandingkan. Riwayat tentang dirinya yang tengah menyusui Fatimah, anaknya, di tengah keadaan keuangan yang sangat terpuruk, menunjukkan kekuatan dan keberaniannya. Darah yang keluar saat menyusui menjadi bukti dari pengorbanannya yang tak terkira.

Salah satu momen penuh kesan adalah saat Rasulullah pulang lelah dari berdakwah dan mendapati Khadijah sedang menggendong Fatimah. Meski letih, Rasulullah mengajak Khadijah untuk duduk dan membiarkan beliau beristirahat. Ketika Rasulullah tertidur, Khadijah dengan penuh cinta dan lembut memeluknya, air mata pun tak terbendung dari matanya.

Momen lainnya menampilkan kesejukan Khadijah dalam menghadapi penderitaan. Rasulullah bertanya mengapa dia menangis, dan dengan ketabahan, Khadijah menjelaskan bahwa kesedihannya tak terletak pada kehilangan kemuliaan atau kekayaan, tetapi pada keinginannya untuk terus mendukung perjuangan Rasulullah.

Ketika Khadijah tidak memiliki apa-apa lagi, dia tetap rela mengorbankan segalanya demi dakwah Rasulullah. Dalam momen terakhirnya, Khadijah memohon kepada Rasulullah agar perjuangannya tak berhenti meskipun dia sudah tiada. Kesetiaan dan pengorbanannya menjadi sumber inspirasi besar.

Di samping jasad Khadijah, Rasulullah berdoa kepada Allah, memohon rahmat bagi istrinya yang selalu mendukungnya, yang percaya padanya dalam kesulitan, dan yang senantiasa menenangkannya di tengah kegelisahan.

Meski Khadijah telah meninggal, kenangan akan keberaniannya, kesetiaannya, dan pengorbanannya tetap hidup dalam ingatan Rasulullah. Beliau sering menyebut nama Khadijah, menunjukkan bahwa jasanya tidak pernah terlupakan, dan pengorbanannya tetap menjadi sumber inspirasi bagi umat Muslim.

Kisah Khadijah membara dalam sejarah Islam, mengajarkan kita tentang arti sejati dari kesetiaan, keberanian, dan pengabdian pada agama. Sosoknya mengukir kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan awal Islam, memberikan pelajaran tentang kekuatan cinta dan pengorbanan yang tak ternilai harganya.

oemahbeling

Leave your thought here

Your email address will not be published.